Paham-paham pada masa Pergerakan Nasional

Paham-paham baru berkembang pesat di Eropa sebelum dan ketika masa pergerakan nasional. Paham-paham ini berkembang pula di wilayah jajahan Eropa. Hal ini juga terjadi di Indonesia, paham-paham baru ini membuka dan mengubah cara berpikir bangsa Indonesia untuk memiliki semangat juang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Paham-paham tersebut adalah :

1. Liberalisme
Liberalisme dapat diartikan kebebesan. Liberalisme mencakup banyak hal. Liberalisme politik, ekonomi, bahkan agama. Dalam pergerakan Nasional, Liberalisme berarti upaya, paham, atau keinginan kebebasan dalam mengatur berbangsa dan bernegara dari para penjajah.

Latar Belakang Pergerakan Nasional

    Pada masa kerajaan, perjuangan mengusir penjajah masih bersifat kedaerahan. kerajaan-kerajaan di Indonesia hanya mempertahankan wilayah kerajaannya masing-masing. Misal, Belanda menyerang Kerajaan A, lalu Kerajaan A mengusir belanda. Balandu pun, hanya pindah sasaran dan menyerang Kerajaan B. Cara ini tentulah sangat tidak efektif karena tidak mengusir penjajah dari nusantara. Jadi, cepat atau lambat, penjajah akan kembali lagi. Dan hal ini berlangsung sampai adanya pergerakan nasional.

    Pergerakan nasional adalah bentuk perlawanan bangsa Indonesia melawan kolonialisme dan imperialisme yang disebabkan oleh ketidakpuasan atas hal yang terjadi. Lain dengan masa lampau yang masih bersifat kedaerahan, perjuangan pada masa pergerakan nasional tidak lagi menggunakan perlawanan fisik. Melainkan dengan mendirikan organisasi-organisasi yang bersifat nasional. Organisasi ini tidak berbau kedaerahan dan agama.

Kongsi Dagang Eropa

Kongsi Dagang Belanda
Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOCadalah Kongsi Dagang Hindia Timur Belanda. Berdiri pada tanggal 20 Maret 1602. Disebut Hindia Timur karena ada pula VWC yang merupakan persekutuan dagang untuk kawasan Hindia Barat. Perusahaan ini dianggap sebagai perusahaan multinasional pertama di dunia sekaligus merupakan perusahaan pertama yang mengeluarkan sistem pembagian saham.
VOC memiliki fasilitas-fasilitas istimewa dari negara yang membuatnya menjadi seperti negara dalam negara. VOC boleh memiliki tentara, bernegosiasi dengan negara lain, bahkan mengeluarkan mata uang.

Kolonialisme dan Imperialisme beserta bentuk-bentuknya

Pengertian Kolonialsime
     Kolonialisme berasal dari kata colunus (colonia) yang berarti tanah pemukiman/jajahan. Secara istilah kolonialisme berarti suatu usaha untuk untuk mengembangkan kekuasaan suatu negara diluar wilayah negara tersebut. Istilah ini juga menunjuk kepada suatu himpunan keyakinan yang digunakan untuk melegitimasikan atau mempromosikan sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang dikolonikan.
     Kolonialisme pada umumnya bertujuan untuk menguras sumber-sumber kekayaan daerah koloni demi perkembangan industri dan memenuhi kekayaan negara yang melaksanakan politik kolonial tersebut. Dengan mencapai dominasi ekonomi atas sumber daya, manusia, dan perdagangan di suatu wilayah. Wilayah koloni umumnya adalah daerah-daerah yang kaya akan bahan mentah untuk keperluan negara yang melakukan kolonialisme.

Penjelajahan Samudra



     Penjelajahan samudra oleh bangsa eropa dilakukan untuk mencari sumber rempah-rempah untuk memenuhi kebutuhan negaranya.Mereka melakukan hal ini karena terjadinya krisis perdagangan rempah-rempah yang dialami oleh bangsa barat. Rempah-rempah memang menjadi barang yang sangat diperlukan oleh Bangsa Barat, khususnya pada saat musim dingin. Kebutuhan rempah-rempah di wilayah eropa yang sangat tinggi dicukupi oleh aktivitas perdagangan antara orang Asia dan Eropa di Laut Tengah.
      Namun, akibat meletusnya perang salib pada 1096 – 1291, aktivitas ini terganggu. Bahkan akibat Jatuhnya kota Konstatinopel (Byzantium)pada tahun 1453 ke tangan Turki Usmani, aktivitas ini terputus. Sultan Mahmud II, penguasa Turki menjalankan politik yang mempersulit pedagang Eropa beroperasi di daerah kekuasannya.

Fatahillah dan Sunan Gunung Jati, sama atau beda?

Syarif Hidayatullah atau Fatahillah?
Oke, dalam artikel kali ini akan dijabarkan siapakah Fatahillah dan siapakah Syarif Hidayatulah, apakah merupakan nama dari satu orang atau memang berbeda orang? Mari kita mulai...

Menurut Edi S.Ekadjati dari Carita Purwaka Caruban Nagari, memang makam kedua tokoh itu sama-sama ditempatkan secara berdekatan di Pasir Jati Bukit Sembung Cirebon. Namun, kedua tokoh itu berbeda orang. Sunan Gunung Jati wafat tahun 1568 sedangkan Fatahillah wafat tahun 1570.

Tradisi Islam

Hai sobat, setelah pos-pos tentang Hindu-Budha, sudah saatnya kita masuk ke Sejarah Islam di Indonesia. Setelah barabad-abad nusantara menganut kepercayaan animisme-dinamisme lalu menganut Hindu-Budha sekarang Indonesia menjadi bangsa yang mayoritas penduduknya Muslim.
Penyebaran Islam di Nusantara tidaklah sama dengan penyebaran islam di timur-tengah dan eropa yang menggunakan pedang. Karena kultur masyarakat kita yang ramah dengan pendatang, para penyebar islam di Nusantara menggunakan pendekatan kultural dan dagang.