Akhir-akhir ini banyak media terutama media barat menyoroti
tentang bom bunuh diri yang disebut-sebut mengatasnamakan “jihad fi sabilillah”.
Pada saat perang dunia kedua ada juga lho pasukan “jihad”. Memang penggunaan
jihad disini agak ngaco, saya artikan (walaupun bukan arti sebenarnya) jihad
itu semacam berani mati. Saat PD dulu, jepang memiliki satuan pilot dari
angkatan laut dan darat yang berani menjadikan dirinya sebagai “rudal” tarakhir
bagi pesawat tempurnya.
Pasukan ini biasa disebut dengan “Kamikaze”. Secara harfiah,
Kamikaze berarti “angin dewa” yang merujuk pada legenda jepang tentang angin
topan besar yang berhasil menyelamatkan jepang dari serangan mongol pada 1281.





